LifestyleTren

Campur Minyak Kayu Putih Bikin Bensin Lebih Irit? Pakar Minta Warga Tak Mudah Percaya

TopCareer.id – Sebuah klaim menyebutkan bahwa mencampurkan minyak kayu putih ke bensin bisa menghemat konsumsi bahan bakar.

Namun, Leopold Oscar Nelwan, Dosen Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University meminta masyarakat agar tak gampang percaya klaim tanpa bukti ilmiah kuat.

Menurutnya, memang ada sejumlah penelitian yang mengkaji eucalyptus oil atau minyak eukaliptus sebagai campuran bahan bakar (fuel blend).

Leopold menjelaskan, dalam proporsi tertentu, minyak tersebut dilaporkan mampu meningkatkan beberapa parameter performa mesin sekaligus menurunkan emisi.

Namun, ia menegaskan, penelitian tersebut memakai minyak dengan spesifikasi khusus dan komposisi campuran yang dirancang secara ilmiah, bukan minyak kayu putih yang digunakan masyarakat untuk kesehatan.

“Hingga kini, belum ada bukti ilmiah yang memadai bahwa cara tersebut secara konsisten dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar kendaraan produksi standar,” kata Leopold, mengutip laman resmi IPB University, Kamis (6/8/2026).

Baca Juga: Harga Pertamax Naik, Kelas Menengah Jadi Korban Lagi

Leopold menjelaskan, minyak kayu putih merupakan campuran berbagai senyawa organik volatil, dengan komponen utama 1,8-cineole (eucalyptol).

Ketika dicampurkan ke dalam bensin, senyawa-senyawa tersebut memang dapat memengaruhi sifat bahan bakar seperti volatilitas, angka oktan, maupun karakteristik pembakaran.

“Namun, besarnya perubahan sangat bergantung pada komposisi dan jumlah yang digunakan,” tegas Leopold.

Selain itu, dia juga mengatakan penting untuk membedakan antara fuel blend dan aditif bahan bakar.

Fuel blend digunakan dalam proporsi beberapa persen hingga puluhan persen, sehingga mampu mengubah sifat bahan bakar secara nyata.

Sebaliknya, aditif ditambahkan dalam konsentrasi sangat kecil dan harus memiliki mekanisme kerja yang spesifik agar efektif.

Baca Juga: Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 Mulai 10 Juni 2026

“Hingga saat ini, belum ada penjelasan ilmiah yang membuktikan minyak kayu putih komersial bekerja melalui mekanisme tersebut,” kata Leopold.

Selain belum terbukti secara ilmiah, ada risiko yang dapat ditimbulkan dari eksperimen semacam ini. Komposisi minyak kayu putih komersial dapat berbeda antarprodusen dan belum dirancang sebagai bahan bakar.

Dampaknya pada kestabilan campuran, pembentukan deposit, kompatibilitas dengan sistem bahan bakar, hingga ketahanan injektor dan komponen mesin dalam penggunaan jangka panjang masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Untuk menghemat bahan bakar, Leopold pun lebih menyarankan pemilik kendaraan untuk melakukan cara-cara yang sudah terbukti secara ilmiah.

Jagalah tekanan ban sesuai rekomendasi, lakukan perawatan berkala, pakai oli dan bahan bakar sesuai pabrikan, kurangi beban kendaraan, serta terapkan gaya berkendara yang halus tanpa akselerasi dan pengereman berlebihan.

Banner Loker

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button